Minggu, 15 Mei 2016

Aku Bahagia


Aku bahagia. Perlahan masa laluku lenyap. Aku yang pergi meninggalkan lingkaran itu. Bagaimana dengannya? Dia sudah melupakanku. Pergi bersama orang baru. Iya, orang baru.

‘Orang baru’ yang lain datang menghampiriku. Bertanya ini dan itu. Aku hanya bisa bertanya balik. Kadang terdiam. Dia menanyakan tentang keluargaku, tentang rumahku, tentang mimpiku, tentang rencanaku, tentang kapan target pernikahanku. Semua aku jawab tanpa meninggalkan satu jengkalpun.

Aku bahagia. Dia pria yang baik. Teman yang serius. Teman yang ada saat kupanggil. Ingat film ‘bidadari’, peri…peri…datanglah peri itu. 

Aku bahagia. Bahagia sendiri. Bahagia tidak ada yang mengatur. Bahagia tanpa batas. Oh, indahnya bahagia.

Dia bertanya ‘kapan nikah?’ saat umurku 25 tahun. “Setahun plus sebulan lagi” kataku. Karena bulan depan aku 24 tahun. Cukup tua menurutku. Ah, manusia yang hanya bisa berencana. Allah yang menentukan. Iya kan?

“Hal apa yang tidak kamu sukai?” tanyaku

“Sudah dulu yah, Nanti kita sambung lagi. Okay? Malam ini sampai disini saja”

“Assalamu alykum”

“Walykum salam”

Empat atau lima hari kalau tidak salah, ia terakhir meneleponku. Tapi, sebelumnya aku pernah meng-sms dan menanyakan soal bahasa inggris. Dia mungkin memikirkanku saat ini. Semoga.

21.47, 15 Mei 2016

FREE WRITING 1

By Ainun Mangar


Tidak ada komentar:

Posting Komentar