Aku
bahagia. Perlahan masa laluku lenyap. Aku yang pergi meninggalkan lingkaran
itu. Bagaimana dengannya? Dia sudah melupakanku. Pergi bersama orang baru. Iya,
orang baru.
‘Orang
baru’ yang lain datang menghampiriku. Bertanya ini dan itu. Aku hanya bisa
bertanya balik. Kadang terdiam. Dia menanyakan tentang keluargaku, tentang
rumahku, tentang mimpiku, tentang rencanaku, tentang kapan target pernikahanku.
Semua aku jawab tanpa meninggalkan satu jengkalpun.
Aku
bahagia. Dia pria yang baik. Teman yang serius. Teman yang ada saat kupanggil.
Ingat film ‘bidadari’, peri…peri…datanglah peri itu.
Aku
bahagia. Bahagia sendiri. Bahagia tidak ada yang mengatur. Bahagia tanpa batas.
Oh, indahnya bahagia.
Dia
bertanya ‘kapan nikah?’ saat umurku 25 tahun. “Setahun plus sebulan lagi”
kataku. Karena bulan depan aku 24 tahun. Cukup tua menurutku. Ah, manusia yang
hanya bisa berencana. Allah yang menentukan. Iya kan?
“Hal
apa yang tidak kamu sukai?” tanyaku
“Sudah
dulu yah, Nanti kita sambung lagi. Okay? Malam ini sampai disini saja”
“Assalamu
alykum”
“Walykum
salam”
Empat
atau lima hari kalau tidak salah, ia terakhir meneleponku. Tapi, sebelumnya aku pernah meng-sms dan menanyakan soal bahasa inggris. Dia mungkin
memikirkanku saat ini. Semoga.
21.47, 15 Mei 2016
FREE WRITING 1

Tidak ada komentar:
Posting Komentar