Minggu, 15 Mei 2016

Ketiba-tibaan





Sedikit mempretensikan diri sendiri. Iya, ini first time harus free writing dadakan. Tapi, ada sedikit yang mengganggu ; Focus. Bukan sebab tak ada aqua. Tapi ada rambu yang mengikat mata. Sebut saja itu ngantuk.

21.47, 15 Mei 2016

FREE WRITING 1 
 
By Dianti Afriliya

Ingin Makan Pedas



Ingin makan yang pedas-pedas. Meski cabenya cuma satu. Meski setelah itu harus minum obat karena radang tenggorokan akan semakin terasa sakit. 

21.47, 15 Mei 2016

FREE WRITING 1
 
By TesaMunawar

Disiplin



Keberhasilan sangat ditentukan oleh kata diatas. Berperan besar dalam membentuk kepribadian dan karakter, baik individu maupun kelompok. Disiplin juga mengajarkan kita untuk tunduk dan patuh terhadap ketentuan yang sudah ditetapkan

Kesuksesan dan keberhasilan dari sanalah muaranya. Tak seorangpun di bumi  bisa berhasil tanpa disertai dengan disiplin dan ketelatenan yang mumpuni. Olehnya itu, dengan berpegang pada disiplin yang baik, kita pasti mampu dan bisa meraih impian dan mimpi yang tersembunyi.  

21.47, 15 Mei 2016

FREE WRITING  1

By La Ode Duprin


Gubuk Gila ; Gubuk Kami




Benarkah masih ada pemuda gila di negeri khalifatul khamis? Jawabannya adalah ‘ya’,saya meyakini itu. Di gubuk ini—gubuk Buton Raya Educare— telah lahir komunitas baru yang berisi sekumpulan pemuda yang lobus otaknya telah bergeser. Telah berpindah tempat dari lobus yang hedon individualis menuju lobus yang care pada sesama.

Apa sih kegiatan para pemuda gila itu?

Kegiatannya banyak dan tetap abnormal. Mencoba membangun style baru dalam dunia tulis menulis. Mencelik mata kaum muda Buton bahwa membangun peradaban hari ini tidak cukup dengan berkoar saja, tetapi langsung berkarya. 

Melalui tulisan, karya itu akan menggema dan meninggalkan jejaknya di dunia. Seperti petuah Tan Malaka, dari dalam tanah, suara saya akan lebih keras terdengar. Lewat Roena Burya, saya yakin, kegilaan itu akan mewarnai dan menghias tanah tercinta ini. 

21.47, 15 Mei 2016

FREE WRITING 1
 
By Suhardiyanto



Telat lagi



Tak sesuai dengan estimasi waktu sebelum keluar dari rumah tadi. Sebenarnya, sudah dibayangkan memang kalau ke elfarooq pasti lupa waktu. Tapi sudah dicoba, ternyata tak berubah.

Rencana awalnya sih satu jam nongkrong, satu jam bisa buat konsultasi masalah yang mau dibawa besok. Tapi ternyata ada rapat. Jadi bisa dipastikan malam ini telat lagi pulangnya. Habis itu apa? Yah, pasti terkunci lagi. Terus besoknya terburu-buru. 

Aduh, baru ingat ternyata belum packing. Baju apa yang belum dibeli? Perlengkapan apa yang kurang? Tapi yang penting, semoga materi buat besok bisadidapat malam ini. Biar bisa jadi bahan bacaan di kapal.

Pulang ini pokoknya singgah dulu di toko. Biar tengah malam packing, tidak apa-apa. Harapannya semoga bisa pulang sebelum pukul sebelas. Supaya bisa keliling dulu malam ini. Aduh, telat lagi.

21.47, 15 Mei 2016

FREE WRITING 1
 
By Winda Widyastuti